Malang Young Backpacker
Translate
Kamis, 05 Februari 2015
Apa itu Backpacker?
Apa itu backpacker :
Backpacker adalah derivat kata backpack. Akar katanya back dan pack.Back, yang di-Indonesia-kan ‘belakang’, berasal dari kata Inggris kuno baec. Consice Oxford Dictionary menyebut baec datang dari bahasa Jerman. Pack juga pinjaman bahasa Jerman; kata bendanya pak, kata kerjanya pakken. Penutur bahasa Jawa punya kata ‘pak’ (mis: sepuluh pak [sepuluh bungkus] ‘Jarum Filter’) dan bahasa Indonesia memiliki kata ‘paket’ (dari package) yang kira-kira semakna.
*Menurut Santosa/Sangata-Kalimantan* Sebagai kata benda ‘backpack‘ diberi padanan ‘rucksack‘, di Indonesia-kan ransel. Ingat nggak, dulu setiap tentara mendapat jatah pembagian ransel dan bursak. Meski bisa dijinjing atau digendong, lantaran muatannya yang lebih besar bursak lebih sering digedong. Sebagai kata kerja ‘backpack‘ diartikan travel atau hike carrying one’s belonging in a rucksack; bepergian atau jalan kaki dengan membawa ransel. Memang arti ‘backpack’ telah meluas, mungkin istilahnya ameliorative atau jadi melebar tergantung dari sudut mana. Kalau mauzakelijk, kalau mau per takrif (definisi), yang lebih pas mestinya ‘jalan kaki menggendong ransel’. Ransel baru digendong bila si empunya jalan kaki. Kalau bepergian dengan bis, ransel akan disimpan di bagasi.
Dalam kamus saya *artsons.wordpress.com*, saya artikan backpackeradalah melakukan perjalanan jauh dari satu kota ke kota lain bisa dinegara sendiri atau ke kota di negara lain dengan biaya yang ditekan se-irit mungkin. Barang yang dibawa mengunakan ransel yang digendong di punggung. Perjalanan dilakukan dengan berbagai moda transportasi seperti pesawat udara, kereta ataupun bus bahkan sepeda motor. Semua rencana itu disusun sebelumnya dengan banyak mengali data serta survey yang mendalam.
Membuat defisini arti backpacker mungkin sangat bias, tergantung dari mana memulai. Jika anda mengartikan backpacker sebagai tas yang dikenakan di punggung tentu saja tidak salah. Kini backpacker bukan lagi perjalanan yang dilakukan dengan mengunakan tas ransel yang dikenakan di punggung mengunjungi tempat-tempat yang belum pernah di jangkau sebelumnya, bergaul dan mencoba memahami budaya setempat bahkan menginap di rumah-rumah penduduk. Banyak pelancong yang megunakan tas ransel yang di sandangkan bahkan ada tas ransel yang mengunakan roda (trolley).
Lebih jauh lagi menurut saya bepergian ala backpacker adalah cara kita melakukan suatu perjalanan yang dilakukan melalui beberapa proses seperti membuat itinerary, membuat rencanan perincian dana yang akan dikeluarkan, menyiapkan perlengkapan, menentukan destinasi, menetapkan akomodasi dan transportasi yang sesuai dengan dana ataubudget.
Seorang backpacker sejati selalu siap menghadapi berbagai kemungkinan. Biasanya tidak peduli ketika harus menaiki kendaraan umum yang penuk sesak dan tidak nyaman. Tidak masalah ketika harus tidur disembarang tempat, seperti di pos gardu, mushola hingga emperan. Barang yang dibawapun tidak banyak, isi tas nya umumnya barang-barang seperlunya dan tidak membawa peralatan yang tidak penting.
Sementara backpacker pada era modern saat ini banyak yang mempersiapkan diri dengan peralataan (gadget) yang canggih dan terkini. Tak usah heran saat anda melihat seorang pelancong yang membawa ransel dengan mengenakan pakaian seadanya tapi memegang alat GPRS untuk menentukan tujuannya.
Selasa, 03 Februari 2015
Tips Menjadi Backpacker Sejati
Backpacker bagi sebagian orang adalah berwisata dan berpetualangan. Dan bagi sebagian backpacker, tempat tujuan bukanlah maksud utama bepergian, justru perjalanan menuju tempat tersebutlah yang mempunyai arti tersendiri. Berbagai pengalaman menuju tempat itulah yang sekarang banyak dicari. Orang sudah tidak tertarik lagi bepergian menggunakan pemandu wisata atau mengikuti paket perjalanan, Backpacking-lah yang sekarang menjadi minat mereka.
Backpacking akan lebih menyenangkan bila dilakukan dengan persiapan yang matang terlebih dahulu karena tanpa persiapan yang matang backpacking pun akan jauh dari harapan. Berikut tips-tips menjadi seorang backpacker sejati yang handal yang akan membuat perjalanan berwisata dan berpetualangan anda lebih menarik.
Pakailah ransel.Selain agar absah disebut backpacker, juga karena ransel praktis diajak kemana pun. Dengan ransel, kedua tangan anda bebas melakukan tugas lainnya, termasuk bergelayutan di bus kota.
Banyak punya teman. Menginap di rumah teman bisa menjadi salah satu cara menghemat biaya akomodasi. Juga, memudahkan anda untuk mengumpulkan informasi yang diperlukan, yang kadang-kadang tidak ada di Tourist Guide Book.
Rajin berkenalan di jalan.Sesama backpacker biasanya saling mengerti dan bisa diajak berbagi kamar dan ongkos perjalanan, lumayan untuk menghemat biaya.
Latih perut agar tidak manja.Anda bisa makan apa saja, kapan saja, dan dimana saja.Jangan pernah berpikir untuk menikmati makanan lezat di restoran mewah bila anda seorang backpacker.
Berpeganglah pada prinsip : Backpacking itu menyenangkan.Karena tidak terpatok pada jadwal dan keterbatasan waktu untuk berada di satu objek, tidak terikat pada tata tertib bila pergi berombongan, dan bila pergi dengan sesama backpackers pun karena sudah sejiwa, anda akan merasa senang.
Kuasai peta. Pelajari peta atau petunjuk untuk mengetahui daerah yang akan anda jelajahi dan perkirakan waktu yang akan ditempuh untuk di lokasi tujuan.Berikan ekstra waktu untuk kemungkinan penundaan-penundaan.
Pentingnya izin. Dapatkan izin-izin yang diperlukan dan pelajari lokasi-lokasi untuk bertenda, cek aturan lokal untuk menghindari denda.
Pahami Destinasi. Pelajari pola cuaca daerah tersebut untuk setahun dan akomodasi.Selalu bersiap untuk kemungkinan cuaca terburuk.Ingat, sangat mudah berkeringat, bahkan di musim dingin, oleh karena itu berpakaianlah yang sesuai.Bersiaplah untuk kondisi yang berubah-ubah, suhu berubah ditempat yang tinggi dan pada sore hari. Hindari menggunakan jins atau pakaian katun. Gunakan polypropylene, wol atau material yang cepat kering dan membuang lembab.
Kenali peralatan. Kenali peralatan anda sebelum bepergian.Pelajari cara menggunakan tenda.Pelajari bagaimana mengoperasikan pemanas atau kompor sehingga anda tidak terjebak di kegelapan atau hujan memadamkannya.Pelajari apa yang dapat anda bawa dan berapa lama anda membawanya tanpa melelahkan anda.Bawaan anda seharusnya tidak melebihi 25 persen dari berat anda.Jadi, bawalah yang anda butuhkan saja. balibackpacker
Langganan:
Komentar (Atom)